meludahkan kemustahilan

Yang mana milikmu? Duri-duri yang mengawang? Akankah ia menghampiriku dan menerjang? Menusuk, membuka celah di tubuh, hingga darah mengucur berlari kencang? Engkaukah darah? Takdirkah duri yang mengawang? Meludahkanmu pun aku sedia, wahai darahku! Tak perlu mengutus takdir untuk memisahkanku! Hingga memucat, aku kan terus memuntahkanmu Tak perlulah ia berlaga berkuasa di hadapanku Lihatlah takdir yang… Continue reading meludahkan kemustahilan

Kadang, menyendiri memang menjadi begitu menyenangkan. Menyendiri, mungkin dihindari bagi mereka yang menganggap kesendirian merupakan satu hal berbahaya. Menyendiri, dianggap bukan kegiatan yang penting bagi mereka yang memilih untuk keluar rumah dengan teman-temannya. Menyendiri, juga bukan pilihan ketika diri sedang ingin bercermin, atau ketika hati sedang ingin bertenang diri Bagiku, menyendiri adalah yang utama. Engkau… Continue reading

Hidangan Malam

Kau tahu malam? Dimana semua menjadi begitu temaram Lalu, kau buang jauh-jauh lampu yang telah padam Berharap 'tak ada lagi gangguan yang terpendam Maka, sempatkanlah nikmati sajian angkasa Ada bulan yang tengah menyinarimu perkasa Juga taburan bintang yang meski mati namun tabah Terus menghiburmu dengan kilap cahaya Rasakan juga bisikan rinduku Melalui sekawanan butir hujan… Continue reading Hidangan Malam

Manusia Terlalu Manusia

​Kenapa dulu ia terus  menjejali hidupnya dengan ketenangan? Kenapa ia selalu menenangkan hatinya dari kekhawatiran akan hidup yang sia-sia, fana? Kenapa dulu ia begitu senang dijejali dengan segala omong kosong soal kepastian dan…ketenangan, begah, hingga muntah pun tak sudi? Dan, kenapa kini ia berbahagia dengan kewaspadaan? Kenapa ia selalu tersenyum ketika berpapasan dengan ketidakpastian? Kenapa… Continue reading Manusia Terlalu Manusia

Kontemplasi: Kehendak

“Manusia bisa mewujudkan Kehendaknya, tapi ia tidak bisa menghendaki Kehendaknya.” -Arthur Schopenhauer     Apa hal paling primordial dalam diri manusia, yang paling murni,yang ada pada setiap kita?             Kant membagi realita jadi dua, fenomena dan noumena. Fenomena adalah sebuah representasi dari noumena; fenomena dirasa secara indrawi dan rasional, noumena tidak. Fenomena menampakkan diri, noumena… Continue reading Kontemplasi: Kehendak