Kadang, menyendiri memang menjadi begitu menyenangkan. Menyendiri, mungkin dihindari bagi mereka yang menganggap kesendirian merupakan satu hal berbahaya. Menyendiri, dianggap bukan kegiatan yang penting bagi mereka yang memilih untuk keluar rumah dengan teman-temannya. Menyendiri, juga bukan pilihan ketika diri sedang ingin bercermin, atau ketika hati sedang ingin bertenang diri
Bagiku, menyendiri adalah yang utama. Engkau tak perlu mencapai puncak gunung untuk mengetahui siapa engkau sebenarnya; engkau tak perlu menghamburkan harta mencari kesenangan untuk menjaga hatimu tetap riang. Engkau, dan aku, bisa menyendiri.
Menyendiri, biarkan cahaya yang tak mampu menyentuh kita; cukup pejamkan mata, bukalah mata nurani, tengoklah ke dalam diri, cahayamu di sana kelak kan menghempas ketakutanmu, kekhawatiranmu.
Bercerminlah, wahai sahabatku. Lihatlah engkau yang tanpa busana, tanpa kebohongan,

; berkenalanlah dengan nuranimu. Ceritakan semuanya, biarkan air mata menetes dari kelopakmu yang tertutup membisu. 
Semesta, sahabatku, cukuplah kau lihat dari sini, tanpa perlu menembus langit. Perhatikanlah dirimu yang begitu rumit, lihatlah dengan seksama bintang gemintang berkilauan di dalamnya yang selama ini kau sembunyikan. Kenapa engkau menyembunyikannya? Cahayanya bahkan mampu menerangi seluruh jiwamu. Takutkah engkau? Ragukah engkau dengan kesendirian yang menantimu saat matamu terbuka? Sungguh, ia menyala abadi, jikalau ia mati, cahanyanya tetap kan menerangi. Perlihatkanlah pada mereka; tunjukkan cahayamu, sahabatku. Meskipun engkau kan kesepian.
Percayalah, cahayamu tidak akan meredup di hadapan mereka yang bahkan gelap gulita. Engkaulah semesta kecil dalam semesta yang jauh lebih luas.
Dan semesta hanya berkawan dengan semesta.
Penyendiri hanya berkawan dengan mereka yang menikmati anggunnya memejamkan mata dalam gelap. Penyendiri hanya berkawan dengan mereka yang bahagia ketika bercermin dalam riak air nuraninya. Penyendiri hanya berkawan dengan mereka yang bersahabat dengan dirinya sendiri, yang tanpa kebohongan.
Dan penyendiri, adalah cahaya yang tak terlihat bagi mereka yang memadamkan cahaya dalam dirinya sendiri. Namun, sebuah kecemerlangan bagi mereka yang mencederai kebohongannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s