Untukmu Yang Pernah Berjuang Bersama

Aku tuliskan ini untukmu yang sang waktu pernah berikan kesempatan bagi kita untuk berjuang bersama. Aku pikir sedikit nostalgia dan romantisme mampu menyembuhkan kedukaanmu.     Untukmu yang pernah berjuang bersama. Apa kabarmu hari ini? Semoga semesta terus mendukung kehidupanmu dan sang kosmos memberimu kesehatan selalu. Kau hanya sedang lelah, kita hanya sedang lelah, dan… Continue reading Untukmu Yang Pernah Berjuang Bersama

meludahkan kemustahilan

Yang mana milikmu? Duri-duri yang mengawang? Akankah ia menghampiriku dan menerjang? Menusuk, membuka celah di tubuh, hingga darah mengucur berlari kencang? Engkaukah darah? Takdirkah duri yang mengawang? Meludahkanmu pun aku sedia, wahai darahku! Tak perlu mengutus takdir untuk memisahkanku! Hingga memucat, aku kan terus memuntahkanmu Tak perlulah ia berlaga berkuasa di hadapanku Lihatlah takdir yang… Continue reading meludahkan kemustahilan

Kadang, menyendiri memang menjadi begitu menyenangkan. Menyendiri, mungkin dihindari bagi mereka yang menganggap kesendirian merupakan satu hal berbahaya. Menyendiri, dianggap bukan kegiatan yang penting bagi mereka yang memilih untuk keluar rumah dengan teman-temannya. Menyendiri, juga bukan pilihan ketika diri sedang ingin bercermin, atau ketika hati sedang ingin bertenang diri Bagiku, menyendiri adalah yang utama. Engkau… Continue reading

Hidangan Malam

Kau tahu malam? Dimana semua menjadi begitu temaram Lalu, kau buang jauh-jauh lampu yang telah padam Berharap 'tak ada lagi gangguan yang terpendam Maka, sempatkanlah nikmati sajian angkasa Ada bulan yang tengah menyinarimu perkasa Juga taburan bintang yang meski mati namun tabah Terus menghiburmu dengan kilap cahaya Rasakan juga bisikan rinduku Melalui sekawanan butir hujan… Continue reading Hidangan Malam