katekismus cartesian

sed quid igitur sum? res cogitans. quid est hoc? nempe dubitans, intelligens, affirmans, negans, volens, nolens, imaginans quoque, et essentiens. (karena itu, apakah aku? sesuatu yang berpikir. apakah itu sesuatu yang berpikir? yang meragukan, yang menerima, yang mengiyakan, yang menegasikan, yang menginginkan, yang tidak menginginkan, yang juga mengimajinasikan, dan yang merasakan.)

Advertisements

apati

Ada yang berbisik riuh, "Aku tahu kemana harus mengarah." Ada yang berjerit hening, "Aku tahu dimana akan berakhir." Ada yang mendesis pasrah, ada yang memekik keras kepala. Tapi, jangankan kelopak terbuka; keengganan terlalu kuat, begitu lelap tidurnya. Tidak pula mereka terkejut, kecuali karena hanya perlahan tangan-tangan matahari memaksa bangun. Tidak pula mereka terbangun, kecuali karena… Continue reading apati

Kontemplasi: Kenangan

Ketika lahir, manusia adalah tabula rasa, demikian kata Locke. Tanpa membawa bekal apa-apa, kita tumbuh dewasa, dipaksa dan terpaksa belajar banyak hal demi bertahan hidup. Lembar kosong perlahan diisi tinta pengalaman dan pengetahuan. Lembaran itu, diri kita ini, cenderung sulit dikendalikan. Kita tidak kuasa memilih goresan tinta mana yang harusnya dilukiskan lantas dijaga, dan mana… Continue reading Kontemplasi: Kenangan

Untukmu Yang Pernah Berjuang Bersama

Aku tuliskan ini untukmu yang sang waktu pernah berikan kesempatan bagi kita untuk berjuang bersama. Aku pikir sedikit nostalgia dan romantisme mampu menyembuhkan kedukaanmu.     Untukmu yang pernah berjuang bersama. Apa kabarmu hari ini? Semoga semesta terus mendukung kehidupanmu dan sang kosmos memberimu kesehatan selalu. Kau hanya sedang lelah, kita hanya sedang lelah, dan… Continue reading Untukmu Yang Pernah Berjuang Bersama

meludahkan kemustahilan

Yang mana milikmu? Duri-duri yang mengawang? Akankah ia menghampiriku dan menerjang? Menusuk, membuka celah di tubuh, hingga darah mengucur berlari kencang? Engkaukah darah? Takdirkah duri yang mengawang? Meludahkanmu pun aku sedia, wahai darahku! Tak perlu mengutus takdir untuk memisahkanku! Hingga memucat, aku kan terus memuntahkanmu Tak perlulah ia berlaga berkuasa di hadapanku Lihatlah takdir yang… Continue reading meludahkan kemustahilan