Kontemplasi: Kosong

Adakah kekosongan memang harus diisi? Apakah istilah kosong hanya pelengkap dari isi, yang sekadar membuktikan bahwa sesuatu itu memang terisi dan bukannya kosong? Atau sederhananya, relasi antar kosong-isi hanya sebatas oposisi biner, di mana isi (dan yang-terisi) jauh lebih luhung dibanding yang-kosong. Maka, Kekosongan adalah ruang yang nihil-isi. Tapi, mungkinkah kekosongan bisa dianggap sebagai isi dari yang-kosong: sebuah ruang kosong… Continue reading Kontemplasi: Kosong

Advertisements

perempuan kerudung pirau

Kita begitu sementara Kupikir, berjalan kumampu menuju baka Indah digenggam, nikmat dirasa Sontak, perempuan datang Mencacah tiap perigi harapan Merunjam tiap sumur angan Mendadak, ia pun hilang Sementara, Kesementaraanku menganga, hatif menyumpah serapah Memintamu kembali, memaksaku mencari Menarik rahangku, menjambak lidahku, sedang berteriak "kasih. . .kasih. . ." Kita begitu sementara Kupikir, merangkak pun kini… Continue reading perempuan kerudung pirau

katekismus cartesian

sed quid igitur sum? res cogitans. quid est hoc? nempe dubitans, intelligens, affirmans, negans, volens, nolens, imaginans quoque, et essentiens. (karena itu, apakah aku? sesuatu yang berpikir. apakah itu sesuatu yang berpikir? yang meragukan, yang menerima, yang mengiyakan, yang menegasikan, yang menginginkan, yang tidak menginginkan, yang juga mengimajinasikan, dan yang merasakan.)

apati

Ada yang berbisik riuh, "Aku tahu kemana harus mengarah." Ada yang berjerit hening, "Aku tahu dimana akan berakhir." Ada yang mendesis pasrah, ada yang memekik keras kepala. Tapi, jangankan kelopak terbuka; keengganan terlalu kuat, begitu lelap tidurnya. Tidak pula mereka terkejut, kecuali karena hanya perlahan tangan-tangan matahari memaksa bangun. Tidak pula mereka terbangun, kecuali karena… Continue reading apati

Kontemplasi: Kenangan

Ketika lahir, manusia adalah tabula rasa, demikian kata Locke. Tanpa membawa bekal apa-apa, kita tumbuh dewasa, dipaksa dan terpaksa belajar banyak hal demi bertahan hidup. Lembar kosong perlahan diisi tinta pengalaman dan pengetahuan. Lembaran itu, diri kita ini, cenderung sulit dikendalikan. Kita tidak kuasa memilih goresan tinta mana yang harusnya dilukiskan lantas dijaga, dan mana… Continue reading Kontemplasi: Kenangan

Untukmu Yang Pernah Berjuang Bersama

Aku tuliskan ini untukmu yang sang waktu pernah berikan kesempatan bagi kita untuk berjuang bersama. Aku pikir sedikit nostalgia dan romantisme mampu menyembuhkan kedukaanmu.     Untukmu yang pernah berjuang bersama. Apa kabarmu hari ini? Semoga semesta terus mendukung kehidupanmu dan sang kosmos memberimu kesehatan selalu. Kau hanya sedang lelah, kita hanya sedang lelah, dan… Continue reading Untukmu Yang Pernah Berjuang Bersama