apati

Ada yang berbisik riuh, "Aku tahu kemana harus mengarah." Ada yang berjerit hening, "Aku tahu dimana akan berakhir." Ada yang mendesis pasrah, ada yang memekik keras kepala. Tapi, jangankan kelopak terbuka; keengganan terlalu kuat, begitu lelap tidurnya. Tidak pula mereka terkejut, kecuali karena hanya perlahan tangan-tangan matahari memaksa bangun. Tidak pula mereka terbangun, kecuali karena… Continue reading apati

Advertisements

Untukmu Yang Pernah Berjuang Bersama

Aku tuliskan ini untukmu yang sang waktu pernah berikan kesempatan bagi kita untuk berjuang bersama. Aku pikir sedikit nostalgia dan romantisme mampu menyembuhkan kedukaanmu.     Untukmu yang pernah berjuang bersama. Apa kabarmu hari ini? Semoga semesta terus mendukung kehidupanmu dan sang kosmos memberimu kesehatan selalu. Kau hanya sedang lelah, kita hanya sedang lelah, dan… Continue reading Untukmu Yang Pernah Berjuang Bersama

meludahkan kemustahilan

Yang mana milikmu? Duri-duri yang mengawang? Akankah ia menghampiriku dan menerjang? Menusuk, membuka celah di tubuh, hingga darah mengucur berlari kencang? Engkaukah darah? Takdirkah duri yang mengawang? Meludahkanmu pun aku sedia, wahai darahku! Tak perlu mengutus takdir untuk memisahkanku! Hingga memucat, aku kan terus memuntahkanmu Tak perlulah ia berlaga berkuasa di hadapanku Lihatlah takdir yang… Continue reading meludahkan kemustahilan

Kadang, menyendiri memang menjadi begitu menyenangkan. Menyendiri, mungkin dihindari bagi mereka yang menganggap kesendirian merupakan satu hal berbahaya. Menyendiri, dianggap bukan kegiatan yang penting bagi mereka yang memilih untuk keluar rumah dengan teman-temannya. Menyendiri, juga bukan pilihan ketika diri sedang ingin bercermin, atau ketika hati sedang ingin bertenang diri Bagiku, menyendiri adalah yang utama. Engkau… Continue reading